Meski prevalensi (angka kejadian) termasuk langka, kasus kelamin ganda (hermaprodit) terkadang masih ditemukan. Kondisi itu sering membuat penderitanya bingung memilih jenis kelamin akibat lahir dengan alat kelamin ganda. Bagaimana sebenarnya kelamin ganda? Apakah alat kelamin bisa mengalami perubahan saat dewasa?
Menurut dr. Riswan Joni, Sp.B., lahir dengan alat kelamin ganda memang bisa terjadi. Hal itu karena ada gangguan selama masa kehamilan, terutama pada masa pembentukan. Hal itu bisa disebabkan adanya infeksi maupun sebab lain selama masa kehamilan. ’’Yang jelas terjadi karena gangguan selama berada di dalam kandungan,” ujarnya.
Dengan demikian, secara anatomi, adanya kelamin ganda merupakan kelainan bawaan, bukan terjadi pada saat pertumbuhan. ’’Secara teori, alat kelamin tidak mungkin mengalami perubahan pada masa pertumbuhan manusia, misalnya dari laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya, kecuali dengan operasi,” terangnya.
Mengenai bentuk kelamin ganda, di dunia kedokteran, hermaprodit terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, hermaprodit murni, yakni dalam satu tubuh ada ovarium dan testis. Untuk genitalia external-nya (alat kelamin luar) bisa bervariasi. Ada yang bentuknya seperti penis atau vagina. Namun, ada pula yang alat kelamin luarnya tidak jelas. ’’Artinya bentukan penis atau vagina tidak jelas,” kata Riswan.
Kedua, hermaphrodite pseudo male atau yang diistilahkan dengan laki-laki tapi palsu. Seseorang dengan kelainan tersebut memiliki organ kelamin wanita lengkap di tubuhnya. Tetapi, klitoris yang dipunyainya membesar sehingga menyerupai penis.
Bentukan penis itulah yang membuat seseorang tersebut diidentifikasi laki-laki. Padahal sejatinya perempuan. ’’Dalam hal ini lubang tetap di bawah, klitoris yang disangka penis biasanya tidak berlubang. Ukurannya sekitar 2 cm. sedangkan klitoris normal hanya seukuran kacang hijau,” ujarnya.
Varian ketiga dari hermaprodit adalah wanita palsu atau pseudo female. Kebalikan dari varian kedua, seseorang yang menderita kelainan itu sebenarnya laki-laki, namun alat kelamin luarnya menyerupai wanita.
Lalu, bagaimana penentuan jenis kelamin pada kasus hermaprodit? Riswan menjelaskan, jika menjumpai kasus itu, penentuan diagnosis harus dengan pemeriksaan intensif. Mulai kromosom, hormon yang dominan, hingga pemeriksaan penunjang mengenai organ vital yang dimiliki. ’’Termasuk pemeriksaan psikologis,” katanya.
Jika hanya menebak dari kondisi fisik luar, dikhawatirkan tidak sesuai kondisi psikologisnya, sehingga ke depan muncul permasalahan. ’’Misalnya, saat dewasa, berubah jenis kelamin,” ungkapnya.
Yang jelas, mengingat alat kelamin yang dimiliki ganda, setelah melalui pemeriksaan, biasanya akan dipilih jenis kelamin yang dominan melalui sistem operasi.
Hanya, pada kasus hermaprodit, biasanya organ kewanitaan maupun laki-lakinya serbatanggung. Misalnya terkadang memiliki vagina lengkap, ada payudara, tetapi tidak memiliki ovarium. Atau memiliki penis, namun tidak memproduksi sperma. ’’Biasanya jarang pada kasus itu bisa memiliki keturunan,”
wah wah....jk itu terjadi di sekeliling kita, lalu bgmn menyikapinya ya bu'???
BalasHapusjgn smpe lah y!!!!!!!
BalasHapusqt berdoa j wes. heeeee
malu jg y,,klu ganda.