Selasa, 14 Juni 2011

Hamil Diluar Nikah, Bagaimana Menyikapinya?

Tidak semua orang tua bisa mempersiapkan mental ketika terjadi sesuatu pada anaknya, misalnya ketika mengetahui anak perempuannya, hamil diluar nikah.
Ada tindakan yang dilakukan orang tua, ketika dia mengetahui bahwa anak perempuannya hamil diluar nikah, dia tidak langsung memarahi anaknya, atau juga memarahi laki-laki yang sudah menghamili anaknya, karena menurutnya dengan memarahi tidak akan menyelesaikan masalah, toh anaknya sudah hamil.
Tindakan pertama yang dilakukannya adalah meminta pertangungan jawab si laki-laki, suka tidak suka dia terhadap laki-laki tersebut, itu kalau laki-lakinya mau bertanggung jawab.
Tindakan kedua yang dilakukannya adalah, jika seandainya laki-laki yang menghamili anaknya tidak bertanggung jawab, dia tetap akan mensuport anaknya agar tetap memelihara anak yang dikandung sampai melahirkan, sekalipun itu merupakan aib.
Tapi ada juga orang tua yang tidak bisa menerima keadaan tersebut, memang pada dasarnya tidak ada orang tua yang mau menerima keadaan seperti itu menimpa anak gadisnya, sehingga dengan spontan akan marah bahkan mengusir anaknya, sehingga satu masalah belum selesai, masalah barupun akan muncul, misalnya tiba-tiba anaknya tersebut karena merasa malu, lalu melakukan tindakan bunuh diri, atau juga anak yang diusir tersebut malah tambah mempermalukan keluarganya.
Jujur saja kalau hal seperti tersebut diatas menimpa diri saya, secara mental mungkin saya tidak siap menghadapinya, tapi sebagai orang tua, saya sudah mendidik dan mengawasi mereka sedari kecil hingga mereka dewasa, bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan mereka, mencurahkan kasih sayang sesuai dengan keharusannya. Jadi kalau itupun harus saya alami (semoga saja tidak), itu semua sudah diluar kekuasaan saya.
Lantas bagaimana kalau hal tersebut seandainya terjadi pada anak anda, atau keluarga terdekat anda ? Bagaimana anda menyikapinya, mungkin pendapat anda akan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

2 komentar:

  1. mbuh bae...ya berani berbuat harus berani tanggungjawab dunks...kalo gak mau ya tinggal dilaporin polisi aja kan beres...mumet mumet nemen...hehehhehehe

    BalasHapus
  2. berani melakukan berani bertanggungjawab....

    BalasHapus